Minggu, 24 Januari 2010

Tutotial Menengah Web Service Dataset

Sub kategori Dataset merupakan pengelompokan terhadap respond dari sebuah service atau method yang merupakan format dataset atau data tabel.
Biasanya untuk sub kategori ini, respond yang diterima ditandai dengan tipe data yang mengandung kata result. Sehingga dengan demikian, apabila anda menjumpai sebuah method dari web service kemudian respond yang anda terima itu dikembalikan dengan tipe data mengandung kata result, maka anda harus siap-siap untuk menyimpan data dari respond yang diterima kedalam file xml. Setelah anda selesai membuat file XML, maka langkah selanjutnya yang harus anda lakukan adalah membuat file transformasi dengan extention .xtr
Ketika anda hendak membuat file transformasi, maka anda harus memperhatikan beberapa hal penting yang jangan sampai terlupakan. Hal penting tersebut antara lain adalah seperti disebutkan berikut ini :
  1. Tipe data field.
  2. Ukuran dari masing-masing field
  3. Tag ‘soap: Envelope‘, tag ‘soap: Body‘ dan tag lain-lainnya yang diikuti dengan tanda titik dua
  4. Data View
Sekarang kita akan bahas satu per satu permasalahan diatas.
Tipe data field
Ketika data ditransfer dari sisi Server ke cllient dengan menggunakan XML, data-data tersebut dikirim dengan tipe data string. Sehingga semua field yang ada didalam tabel tanpa terkecuali akan di konversi kedalam tipe data string.
Oleh karena itulah, para delphier harus berhati-hati akan status ini. Jangan sampai anda tertipe karena ketidaktahuan akan aturan seperti ini. Dengan demikian, setiap kali anda hendak membuat file transformasi, maka ketika anda mengenerate field yang anda pilih, anda selalu perhatikan tipe-tipe datanya. Apabila tipe data dari field yang anda pilih pada tabelnya menunjukk kan tipe data DateTime, maka anda harus ubah tipe datanya dengan DateTimejuga. Secara default, tipe data dari masing-masing field yang anda pilih adalah String atau text dengan ukuran sesuai dengan jumlah karakter dari data yang sampel atau contoh. Untuk lebih jelasnya mengenai ukuran akan dibahas pada bagian Ukuran dari masing-masing field.
Jika suatu ketika anda lupa tidak menentukan tipe data dari field yang anda pilih, maka sudah barang tentu program aplikasi yang anda buat akan mengalami permasalahan seperti ketidak-sinkron-nya data yang anda olah dengan data yang ada didalam database.
Mengingat kesalahan yang begitu fatal, maka diharapkan bagi anda para Delphier untuk selalu berhati-hati sehingga hal-hal yang tidak diinginkan bisa dihindarkan dan program aplikasi anda akan menjadi stabil.
Ukuran dari masing-masing field
Ukuran field atau size dari sebuah field merupakan faktor yang sangat dominan untuk menentukan keabsahan data yang akan diolah. Kenapa sampai saya katakan faktor dominan karena ketika anda tidak tepat menentukan ukuran atau size dari field bisa menjadi bumerang ketika data yang ditransfer itu tidak sama dengan data yang ditangkap.
Sebenarnya data yang dibawa oleh XML dari server sudahlah tepat sesuai dengan data yang dikirim. Kesalahan biasanya terjadi ketika saat proses transformasi disisi aplikasi client atau end user.
Ketika kita menggunakan aplikasi atau tools XML Mapper, saat kita mengklik salah satu element pada bagian dokomen XML-nya, maka program tersebut akan mengenerate data tersebut dengan ukuran file sebesar jumlah karakter dari data yang ditangkap. Seandainya data yang ditangkap adalah Eko Indriyawan, maka ukuran dari field tersebut secara default akan sama dengan jumlah dari karakter data tersebut. Sehingga kalau kita hitung jumlah karakter dari data Eko Indriyawan adalah 14.
Anggap pada itu merupakan data dari field Nama. Dan kita anggap pula ukuran atau size dari field Nama didalam tabel XXXX tersebut adalah 50. Jika ketika kita mengenerate field tersebut tanpa mencocokkan dengan ukuran dari field yang ada didalam tabel, maka ketika suatu saat nanti method atau service tersebut direquest oleh client dan memberikan respond data dengan hasil Franscisca Aure Liasie akan didapatkan ketidakcocokan data yang dikirim dengan data yang ditampilkan atau diolah. Dari ilustrasi tersebut terlihat dengan jelas bahwa data yang dikirim adalah Francisca Aure Liasie dan yang ditampilkan atau diolah akan menjadi Francisca Aure sedangkan untuk data ‘ Liasie‘ akan hilang. Hal ini terjadi karena mengacu pada data Eko Indriyawan dengan jumlah karakter 14. Jika data yang dikirim kurang dari 14 tidaklah bermasalah, yang akan bermasalah ketika data yang diterima itu melebihi dari jumlah 14 karakter.
Karena ini sangat vital sekali, maka jangan sampai anda lalai dalam menentukan ukuran atau size dari field yang anda generate untuk menghasilkan file transformasi.
Tag ‘soap: Envelope‘, tag ‘soap: Bodylain-lainnya yang diikuti dengan tanda titik dua
Pada tools program aplikasi XML Mapper yang sudah disertakan dari team borland atau codegear pada compiler Delphi dan teman-temannya ada beberapa bug yang salah satu diantaranya adalah ketidakmampuannya membaca dengan baik dokumen XML yang dihasilkan dari .NET. Sampai saat ini saya tidak tahu penyebabnya apa dan yang jelas ini merupakan salah satu bug yang harus kita akali agar aplikasi XML Mapper bisa berjalan sebagaimana mestinya.
Ada hal yang unik dalam kondisi ini, Saya memerlukan waktu kurang lebih satu tahun hingga bisa punya pemikiran seperti ini. Sebelumnya, agar XML Mapper bisa membaca dengan baik dokumen XML hasil respond dari request ke web service yang dibuat oleh .NET dengan tipe data Dataset, saya selalu mengakali kondisi ini dengan menghapus beberapa tag-tag dan elemen-elemen dari dokumen XML agar bisa digenerate oleh XML Mapper untuk menghasilkan file transformasi.
Beberapa bulan yang lalu saya sedikit mendapatkan pencerahan namun tidak bisa berjalan dengan lancar untuk semua kondisi. Pencerahan tersebut datang dari artikel yang saya ambil dari situs www.agnisoft.com tepatnya pada artikel ini. Namun setelah saya coba, ternyata hal ini masih belum berhasil alias gagal. Terlihat sepitas dari contoh screenshot yang diberikan bisa berjalan dengan lancar, tapi waktu saya mencoba untuk mengimplementasikan dengan salah satu web service XXX ternyata tidak bisa berjalan dengan baik atau bisa dikatakan masih gagal.
Sejak saat itu, akhirnya proses penelitian akan bug dari XML Mapper ini saya hentikan karena proyek yang saya kerjakan tidak bisa diajak bersahabat alias sudah mendekati waktu deadline. Bulan demi bulan berlalu hingga terus bertanya dalam hati, “Apakah aplikasi desktop tidak bisa mengakses web service yang dicreate atau dibangun dengan .NET. Dan apakah saya harus menggunakan aplikasi .NET untuk mengakses web service kemudian saya gabungkan dengan aplikasi desktop dengan database sebagai media penghubungnya.”. Pertanyaan itu selalu menghantui saya dari hari ke hari tanpa henti.
Suatu ketika akhirnya kurang lebih 4 hari yang lalu atau tepatnya tanggal 16 Februari 2008 merupakan hari yang bersejarah karena saya telah mampu menyelesaikan polemik yang ada dipikiran saya tentang aplikasi web service yang dibangun dengan menggunakan .NET.
Akhirnya tanpa basa-basipun saya langsung buat contoh program aplikasi desktop Latihan 1 yang mengakses web service dengan dibagi menjadi 5 bagian penting agar para Delphier bisa ikut memahami dengan baik. Mungkin setelah saya buatkan studi kasus dengan petunjuk langkah demi langkah para delphier bisa mempelajari ini dengan cepat, berbeda dengan saya yang harus butuh waktu tahunan agar bisa menemukan konsep ini.
Sebernarnya solusi dari permasalahan pada bug aplikasi XML Mapper itu adalah sangat sepele sekali. Dimana XML Mapper tidak mampu mengenerate sebuah file dokumen XML yang didalam tag-nya diikuti tanda titik dua.
Untuk meyakinkan konsep atau pernyataan saya ini saya mencoba beberapa web service dengan respond yang berbeda-beda dan ternyata hasilnya menakjubkan. Semua web service bisa saya akses dengan baik. Syukur alhamdulillah, bahwa Allah swt telah memberikan sebuah pencerahan yang menurut saya sungguh sangat luar biasa.
Semoga artikel yang saya tulis ini bisa bener-bener bermanfaat buat teman-temen delphier di seluruh indonesia pada khususnya dan diseluruh dunia pada umumnya. Dengan artikel ini pula, diharapkan dapat membuka gerbang baru bahwa program-program aplikasi delphi nantinya bisa semakin marak meramaikan pasar IT di Indonesia. Amin…
Data View
Didalam aplikasi XML Mapper, option Data View berada diatas tab Document Viewdalam kondisi tab aktif. Mungkin ada beberapa dari rekan-rekan Delphier penasaran kenapa option ini perlu mendapatkan perhatian yang lebih.
Suatu ketika, bisa jadi dokumen XML yang dibaca oleh XML Mapper tidak bisa menunjukkan field dari tag dataset. Sebagai contoh adalah dokumen XML hasil respond ketika kita request untuk method Login pada web service ICodeCentralWSSoap.
Pada umumnya tanpa memberikan status ter-check atau tercentang pada bagian option Data View, XML Mapper mampu membaca dokumen secara baik. Namun pada kondisi lain, kadang XML Mapper ada keterbatasan lagi tidak bisa membaca dengan baik dokumen XML dengan kondisi yang tidak standard.
Oleh karena itu, apabila anda suatu ketika menjalankan program aplikasi XML Mapper tidak bisa membaca elemen field yang akan digenerate, maka silahkan anda berikan status option Data View dalam kondisi ter-check.
Dari penjelasan diatas untuk sementara waktu dapat kita dapatkan point penting mengenai bug dari tools program aplikasi XML Mapper. Bug tersebut diantaranya adalah :
  1. Tag yang di-ikuti dengan tanda titik dua
  2. Dan yang kedua adalah Option Data Viewyang tidak bisa membaca berbagai macam kondisi dari dokumen XML.

Selasa, 19 Januari 2010

Local Area Network ( LAN )

Local Area Network biasa disingkat LAN adalah jaringan komputer yang jaringannya hanya mencakup wilayah kecil; seperti jaringan komputer kampus, gedung, kantor, dalam rumah, sekolah atau yang lebih kecil. Saat ini, kebanyakan LAN berbasis pada teknologi IEEE 802.3 Ethernet menggunakan perangkat switch, yang mempunyai kecepatan transfer data 10, 100, atau 1000 Mbit/s. Selain teknologi Ethernet, saat ini teknologi 802.11b (atau biasa disebut Wi-fi) juga sering digunakan untuk membentuk LAN. Tempat-tempat yang menyediakan koneksi LAN dengan teknologi Wi-fi biasa disebut hotspot.

Pada sebuah LAN, setiap node atau komputer mempunyai daya komputasi sendiri, berbeda dengan konsep dump terminal. Setiap komputer juga dapat mengakses sumber daya yang ada di LAN sesuai dengan hak akses yang telah diatur. Sumber daya tersebut dapat berupa data atau perangkat seperti printer. Pada LAN, seorang pengguna juga dapat berkomunikasi dengan pengguna yang lain dengan menggunakan aplikasi yang sesuai.

Berbeda dengan Jaringan Area Luas atau Wide Area Network (WAN), maka LAN mempunyai karakteristik sebagai berikut :

  1. Mempunyai pesat data yang lebih tinggi
  2. Meliputi wilayah geografi yang lebih sempit
  3. Tidak membutuhkan jalur telekomunikasi yang disewa dari operator telekomunikasi

Biasanya salah satu komputer di antara jaringan komputer itu akan digunakan menjadi server yang mengatur semua sistem di dalam jaringan tersebut.

Kamis, 26 November 2009

Panduan Manual Koneksi Internetan Dengan Flexy

Flexi ‘Bukan Telepon Biasa’ Berarti bisa untuk koneksi internet dong? berikut 3 langkah mudah panduan koneksi internet dengan flexi.

Alat-alat yang dibutuhkan

  1. Kabel DKU-5.
  2. CD “Connectivity Adapter Cable Driver for DKU-5”.
  3. Handset CDMA Nokia 3585.
  4. Software Driver Modem 3585 “nmpCDMA1xRTT.inf” yang bisa didownload di www.nokiausa.com dan simpan dalam komputer atau disket.
  5. Komputer dengan OS Windows XP dan yang memiliki USB Port.
  6. Komputer dengan CD-ROM .

Langkah-langkah Instalasi
1.Instalasi Kabel DKU-5

  • Pasang kabel DKU-5 ke USB Port.
  • Masukan CD “Connectivity Adapter Cable Driver for DKU-5” kedalam CD-ROM.
  • Bila Installation tidak jalan secara otomatis, tekan “Start” menu dan pilih “Run” dan ketik “D:\start.exe” (“D:\” ialah CD-ROM drive dalam komputer) setelah itu tekan tombol “Enter”
  • Setelah program installation berjalan, akan muncul pilihan menu bahasa dan pilih bahasa Inggris. Akan muncul surat perjanjian untuk peng-installan. Setelah membaca surat tersebut, tekan tombol “I accept” yang terletak diakhir surat tersebut. Pilih menu ke-2 (“Installing the Driver”) yang terdapat di daftar sebelah kiri.
  • lalu tekan pilihan “Install Connectivity Driver for DKU-5” yang
  • terletak di sebelah kanan gambar kabel DKU-5.
  • Tekan Tombol “Next” (komputer akan menjalankan program install).
  • Setelah selesai tekan tombol “Finish” yang akan muncul setelah Installation selesai.
  • Keluar dari Program installation dengan menekan tombol “X” yang terdapat di sebelah kiri bawah.
  • Tekan pilihan “Yes” bila anda ditanya ingin keluar.

2.Installation Modem Driver.

  • Masukan disket berisi Driver modem 3585 “nmpCDMA1xRTT.inf” ke dalam Floppy Drive (bila modem driver disimpan dalam diskette).
  • Tekan “Start” Menu dan pilih “Control Panel”.
  • Tekan tombol mouse 2 kali pada “Phone and Modem Options”untuk membukanya.
  • Pada Tab Paling atas, pilihlah pilihan “Modems”.
  • Tekan Tombol “Add”.
  • Muncul menu “Install New Modem”, kemudian tekan kotak disebelah kiri “Don’t detect my modem; I will select it from a list”.
  • Tekan tombol “Next >”.
  • Tekan Tombol “Have Disk”.
  • Ketik “A:\nmpCDMA1xRTT.inf” (atau lokasi dimana modem driver disimpan) dan tekan tombol “OK”.
  • Pilih “Nokia CDMA 1xRTT 3G Packet Data Modem”, dan tekan tombol “Next >”.
  • Pastikan “Selected Ports” terpilih dan tekan pilihan COM yang tersedia atau COM teratas bila ada beberapa pilihan COM. Dan tekan tombol “Next >”.
  • Tekan Tombol “Continue Anyway”.
  • Tekan Tombol “Finish”.
  • Bila penginstallan anda sukses akan muncul “Nokia CDMA 1xRTT 3G Packet Data Modem” pada Window “Phone and Modem Options”.
  • Di windows “Phone and Modem Options”. tekan tombol “OK”

3.Langkah untuk Dial Up.

  • Tekan “Start” menu dan p
  • pilih “Control Panel”.
  • Pilih pilihan “Network Connections”.
  • Tekan pilihan “Create a new connection” yang terdapat di menu sebelah kiri. (muncul “New Connection Wizard” windows).
  • Tekan tombol “ Next >”.
  • Pilih “ Connect to the internet” dan tekan tombol “Next >”.
  • Pilih “ Set up my connection manually” dan tekan tombol “Next >”.
  • Pilih “ Connect using a dial-up modem” dan tekan tombol “Next >”.
  • Pilih “ Modem – Nokia CDMA 1xRTT 3G Packet Data Modem (COM)” dan tekan tombol “Next >”.
  • Masukan ISP name contoh: ”TelkomFlexi” tekan tombol “Next >”.
  • Masukan Phone Numbernya “#777”
  • dan tekan tombol “Next >”.
  • Masukan Username: “telkomnet@flexi” (Didapat dari Telkom).
  • Isi password dengan “telkom”.
  • Tekan tombol “Next >”.
  • Tekan tombol “Finish”.
  • Tekan tombol “Properties”.
  • Pilih tab “Networking” dan tekan 2 kali pada internet Protocol (TCP/IP).
  • Pilih “Use the following DNS server Addresses” dan isi “preferred DNS server” dengan 202.134.0.155. Tekan tombol “OK”.
  • Tekan tombol “OK”.
  • Tekan tombol “Dial” bila anda siap untuk browsing internet, kalau anda menggunakan hp silahkan menggunakan opera mini.
Bagi Anda yang super sibuk saya dapat panduan koneksi internet menggunakan telkom flexi diatas disitus ini, silahkan di download file pdf nya size 79.5 kb.

Setting Telkomsel Flash pada Ponsel 3G

Telkomsel flash merupakan layanan internet dari telkomsel yang menggunakan jaringan 3G/HSDPA (kayaknya ga perlu dijelaskan lebih jauh, pasti udah tahu semua...).
Jadi yang ingin sedikit saya bahas adalah bagaimana men-setting ponsel 3G sebagai modem . Kebetulan saya baru saja berlangganan layanan telkomsel flash, jadi hitung-hitung bagi pengalaman lah.

Pada dasarnya hampir semua ponsel bisa digunakan sebagai modem, tetapi untuk telkomsel flash akan lebih afdol kalo ponsel yang mendukung jaringan 3G/HSDPA.

Ok, untuk mudahnya silahkan downoad manual setting ponsel sobat dan ikuti langkah-langkah yang ada di manual tersebut. Sesuaikan dengan merek ponselnya yah !

  1. Dopot 838 Pro dan 595 (download)

  2. Motorola (download)

  3. Nokia (download)

  4. Samsung (download)

  5. Sony Ericsson (download)
Silahkan mencoba semoga berhasil....